Jumat, 24 April 2009

Ratusan Buruh Migran Kehilangan Hak Politik

Ratusan Buruh Migran Kehilangan Hak Politik

NUNUKAN- Ratusan buruh migrant atau tenaga kerja Indonesia (TKI) yang saat ini masih berada di Nunukan kehilangan hak politiknya untuk ikut pemilihan legislatif (Pileg) hari ini. Hal itu ditemukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Indonesia aat berkunjung ke Nunukan kemarin. Komnasham datang ke Nunukan karena berbatasan langsung dengan Malaysia untuk memantau pemenuhan hak politik buruh migran diantaranya pengawasan tentang pendaftaran untuk menjadi pemilih, pengawasan pelaksanaan pemungutan suara dan hal lainnya yang menyangkut pemenuhan hak politik dalam pemilu 2009. Temuannya, dua perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yaitu PT RPS terdapat 93 orang dan PT HPJ sebayak 200-an orang lebih yang tidak dapat mengikuti pileg hari ini. “Yang jelas, dari dua peruahaan penyedia jasa TKI di Nunukan, kami menemukan ratusan orang yang tdak mendapat hak politiknya,” kata Anggota Komnasham Syafruddin Ngulma Simeuluedidampingi stafnya Komnas HAM dua orang. Setelah mendatangi dua perusahaan PJTKI tersebut, Komnasham mendatangi Panitia pengawas pemilu (Panwalu) dan KPUD Nunukan untuk mempertanyakan hal tersebut. “Mereka tidak terdaftar dan pasti besok masih ada di Nunukan, artinya mereka kehilangan hak politiknya,” ujarnya. Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi catatan penting bagi pemerintah dan penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU, karena pemenuhan hak politik merupakan hak asasi manusia yang harus dihormati dan dipenuhi Negara. “Kalau bicara HAM, pemerintah wajib dan bertanggungjawab, menghormati dan memenihi hak politiknya warga, karena ini sesuai pasal 71 tahun 39 1999 tentang HAM,” pungkasnya. Persoalan ini, lanjutnya, tidak boleh terulang saat pemilihan presiden (Pilpres) nanti. Pemerintah dan KPUD harus segera memperbaiki daftar pemilih tetap kepada seluruh warga Negara Indonesia agar tidak ada lagi yang kehilangan hak politik. “Ini baru di Nunukan yang ditemukan, mungkin masih banyak didaerah lain. Kedepannya, jangan sampai warga Negara kita kehilangan hak politiknya, yang sebenarnya bisa dihindari,” pungkasnya. (kh)

1 komentar:

myunus mengatakan...

"Bisnis dan trend akan selalu berubah semakin cepat. Produk dan keinginan pasar akan selalu berganti. Tapi ada satu yang tidak berubah... Orang-orang tetap akan melakukan pengeluaran/pembayaran. Itu kenapa kita tepat dan aman di bisnis ini."

STOP ! Anda orang yang berpengalaman di bisnis pulsa HP, jaringan binary, MLM, dll?
Untuk memahami bisnis ini secara benar, sejenak lupakan pengalaman anda di bisnis pulsa, jaringan binary, MLM, dll. Karena ini bisnis yang sangat berbeda dan ini BUKAN bisnis pulsa HP. Bila anda mengambil kesimpulan terlalu terburu-buru maka anda tidak akan memperoleh manfaat yang maksimal dari bisnis ini.
Bisnis ini didesain untuk tahan terhadap perubahan bisnis, produk, dan tren sehingga usaha anda benar-benar bisa dinikmati sampai hari tua.
Meskipun bisnis di sektor yang baru, pengalaman anda tersebut masih bisa bermanfaat di bisnis ini.

Bila selama ini anda membayar tagihan listrik PLN, telepon, kartu kredit, angsuran motor, beli/isi pulsa HP, dll secara langsung, lewat SMS Banking, atau lewat ATM. Maka membayar melalui Bankpulsa, Anda akan memperoleh manfaat lebih antara lain mendapatkan royalti dari setiap transaksi apapun dari bisnis anda dan reward yang pasti tercapai.*. Untuk dapat menggunakan jasa layanan pembayaran tersebut anda membutuhkan "Voucher Perdana Bankpulsa" dan "Voucher Isi Ulang Bankpulsa".

"Voucher Perdana Bankpulsa" adalah voucher yang berguna untuk membuka rekening Bankpulsa dan mengaktifkan ponsel anda supaya bisa digunakan untuk transaksi perdagangan online (e-commerce) baik via sms (e-banking) maupun Internet (i-Banking).

Hub : Myunus Tarakan tengah 77113
HP : 085247188077

Go FreeDom